Menulis puisi sama dengan memeluk.
Ada yang lebih luas dari sekadar kata-kata dalam kalimat tersebut. Kalimat yang sering diungkapkan Aan Mansyur dalam berbagai kesempatan tersebut tanpa terduga memantik gagasan lahirnya buku himpunan puisi ini.
Hanya dalam waktu tujuh hari sejak proyek Merentang Pelukan diumumkan lewat jejaring sosial, lebih dari 600 judul puisi terhimpun. Tanpa memperdulikan gender, usia ataupun latar belakang, dari puluhan penulis–yang wajib mengirim minimal 20 judul puisi–terpilih 13 nama yang kami himpun karyanya dalam buku ini. Mereka adalah:- Andi Gunawan, Depok- Andi Wirambara, Malang- Catur Indrawan, Semarang- Dwi Krisdianto, Sidoarjo- Faisal Oddang, Wajo- Fitrawan Umar, Makassar- Mey DM, Malang- Muhammad Dirgantara, Pinrang- Pringadi Abdi Surya, Sumbawa Besar- Pujanggi, Bandung- Rafael Yanuar, Cirebon- Rangga Rivelino, Bekasi- Toffan Ariefiadi, Tegal. (Mengantar Pelukan -- katabergerak)
Saya menulis puisi karena merasa saya selalu jatuh cinta. Dan tidak ada yang bisa saya cintai melebihi kata-kata. Berawal dari kecerewetan saya berkicau galau, yang kadang kacau balau, melalui akun twitter saya; @sajakimut saya menemukan sebuah akun penerbit buku puisi M Aan Mansyur (Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita, Sudahkan Kau Memeluk Dirimu Hari Ini?). Agus Noor (Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan). Akun itu adalah @katabergerak yang kebetulan mengadakan proyek "Merentang Pelukan", saat beberapa judul puisi mengendapi folder-folder notebook saya. Saya mengirimkan 26 judul puisi, dari batas minimal sejumlah 20 judul. Hasil kurasi memutuskan memilih 5-6 judul puisi dari ketigabelas penulis yang terpilih, sedang puisi saya yang berhasil memeluk selera kurator, ada enam judul. Berikut saya kutipkan beberapa kutipan dalam puisi-puisi saya yang terpilih.
~akulah peziarah
--kamu yang gigil memanggil
sebab aku selalu tamu
bagimu yang termakam di hatiku.
~aku ingin mencintaimu dengan bodoh
; tak tahu lagi cara jatuh cinta, setelahnya
~sementara aku terjaga
mengaduk kopi di tangan perempuanku
dengan aroma kopi
seperti aroma kecupanmu.
dan akhirnya pelukan terentang, bersiapkah matamu menjadi tubuh, buku hanya dijual online.
Ada berbagai acara untuk memesan buku yang diterbitkan oleh Katabergerak:
Jika Anda memiliki akun twitter silahkan follow akun penerbit @katabergerak lalu pesan melalui mention. Selanjutnya @katabergerak akan memberitahukan dengan detail melalui jalur DM (Direct Message).Pemesanan juga bisa melalui email, silahkan pesan dengan mengirimkan email ke alamat email katabergerak@gmail.comBuku juga bisa dipesan melalui sms ke nomor 088801136004
