(Puisi) Teruntuk Sepasang Suami-Istri yang Paling Ayah dan Paling Ibu

Senin, 12 November 2012



TERUNTUK SEPASANG SUAMI-ISTRI YANG PALING AYAH DAN PALING IBU
                        : Oddang Ranreng dan Hj. Mandauleng A. Gani

kelak aku pulang dari tualang, akan kuceritakan kepada kalian bahwa, anakmu ayah, anakmu ibu, telah sanggup menampung airmatanya sendiri, walau kutahu kalian ingin muara semua lara. juga akan kuterakan, bahwa aku telah pernah menulis puisi untuk seorang gadis, yang selalu menganggu tidur anakmu. gadis itu penyuka warna biru, aku ingat ayah pernah bilang; biru itu lembut seperti ibumu. dia juga suka menari, tari seperti yang diajarkan ibu—leluso—tari penyambutan—karenanya kebahagiaan kian biak dengan baik.

anakmu telah belajar mencintai, aku pualam di pulau entah yang memahat diriku dari tangan gadis-gadis pengrajin. anakmu ayah, anakmu ibu, bocah tua yang gelayuti lengan-lengan tabahmu. aku percaya di sana kehidupan lebih hidup. seumpama matamu itu—tempat tahun-tahun menua menjadi tuhan-tuhan yang ramah kepada hambanya, aku.

selalu kaubutuhkan tabah ke tubuhmu itu saat menunggu kelanaku yang entah kemana. aku berjanji kepadamu ayah, kepadamu ibu, kupelukkan peluh ke tubuhmu dengan susu dari laban—susu surgawi. kita teguk bersama-sama gadis yang selalu kutuliskan puisi untuknya. kelak pelana membawa kelana ke sana, ke tempat tunggu paling madu; rumah kita.

Wajo, 18-Juli-2012

0 komentar:

Posting Komentar

Faisal Oddang. Diberdayakan oleh Blogger.